Sejarah Komunitas Pendaki Gunung Regional Jabodetabek

Komunitas Pendaki Gunung (KPG) merupakan sebuah komunitas yang berbasis di group media sosial facebook. Berawal hanya sebagai media informasi dan komunikasi para pendaki gunung saja, dalam perjalanannya group ini berkembang menjadi sebuah komunitas nyata yang bergerak di dunia nyata dalam bidang pendakian gunung, edukasi, konservasi dan aksi sosial. Dalam transformasinya ke komunitas dunia nyata diawali dengan diadakannya kegiatan berkumpul antar member di beberapa wilayah dengan nama kopdar atau kopi darat, lantas dilanjutkan dengan pendirian koordinasi wilayah dengan nama “Regional”. Pertama kali tercetus diadakan kopdar adalah di wilayah Jakarta pada tanggal 28 September 2013 berlokasi di Monas. Dengan dikoordinatori pertama kali oleh saudara Iman Rimba, kopdar pertama dari seluruh KPG se Indonesia, tercetuslah sebuah wacana pendirian KPG Regional Jabodetabek. 

Awal mula kosepnya sebetulnya adalah pendirian KPG Jakarta, akan tetapi karena pada awal kopdar dihadiri oleh beberapa orang dari luar Jakarta, yaitu dari Bekasi, Depok, Bogor dan Tangerang, maka para pioneer yang saat itu menghadiri kopdar pertama menyepakati untuk menjembatani keinginan kawan-kawan dari luar Jakarta dengan mendirikan Regional Jabodetabek. Berdasarkan pada proses tersebut, maka pada tanggal 28 September 2013 ditetapkan sebagai hari lahirnya KPG Regional Jabodetabek, Regional pertama KPG di seluruh Nusantara.

Kopdar Pertama KPG Reg. Jabodetabek
Dalam perkembangannya, KPG Regional Jabodetabek melakukan berbagai macam kegiatan dalam berbagai bentuk. Beberapa diantaranya adalah, kegiatan gathering, pendakian bersama, camping ceria sebagai media mendekatkan hubungan antar member, media kebersamaan dan mempererat persaudaraan. Selain kegiatan yang bersifat “fun”, KPG Regional Jabodetabek juga melakukan kegiatan lainnya berupa kegiatan konservasi berupa Bersih Kota I dan II di tahun 2014, yaitu pembersihan sampah di wilayah Kota Tua, Jakarta, kegiatan penanaman pohon di Gunung Papandayan, lintas komunitas bersama “Evergreen Indonesia”, cikal bakal “Aksi Indonesia Hijau”, kegiatan peduli pendidikan dalam usaha mencerdaskan anak bangsa di Rumah Belajar Bintang Utara (RBBU), Tangerang, Kegiatan aksi sosial berupa santunan pada moment buka puasa bersama untuk anak-anak yang kurang beruntung di panti asuhan, peduli bencana letusan Gunung Sinabung, bencana longsor Banjarnegara, Kebakaran, dan lain-lain.

Pendakian Bersama Gn. Papandayan (Februari, 2014)
Pendakian Bersama Gn. Papandayan (Februari, 2014)
Bakti Sosial Panti Asuhan
Bersih sampah, Kota Tua
Gathering, Kawah Ratu
Setelah sekitar setahun berkiprah dan bergerak bersama, KPG Regional Jabodetabek mulai mengembangkan diri di wilayah-wilayah penunjangnya. Ditandai dengan mulai munculnya kekuatan di beberapa sub wilayah yang dulunya digabungkan yaitu Bekasi, Tangerang, Depok, dan Bogor. Melihat potensi wilayah yang cukup besar, maka dibentuklah Koordinasi Wilayah (Korwil) dibawah regional, dengan otonomi khusus yang bisa melakukan kegiatan mandiri tetapi tetap berkoordinasi langsung dengan kepengurusan Regional. Korwil yang pertama berdiri adalah Korwil Kab. Bekasi pada bulan September 2014, disusul oleh Korwil Tangerang, dan yang paling muda adalah Korwil Jakarta Raya.

Melihat perkembangan Korwil yang cukup signifikan, akhirnya muncul sebuah gagasan untuk pemekaran Regional Jabodetabek menjadi beberapa Regional baru berdasarkan pada Korwil yang sudah berdiri dengan tujuan supaya setiap korwil bisa lebih leluasa mengembangkan diri dan kekuatannya untuk berkiprah pada kegiatan dunia nyata dengan muara Komunitas Pendaki Gunung (KPG). Korwil yang siap untuk diresmikan menjadi Regional baru tersebut adalah Korwil Kab. Bekasi, Korwil Depok, Korwil Tangerang dan Korwil Jakarta Raya.

Peresmian Regional Baru
Villa Bukit Hambalang, 3-4 Oktober 2015 adalah lokasi dan tanggal yang di pilih untuk moment bersejarah ini. Di lokasi dan pada tanggal inilah nantinya 4 Korwil dari Regional Jabodetabek akan diresmikan dan pada moment itu pula secara resmi Regional Jabodetabek akan dibubarkan atau sudah tidak ada lagi.

Tanggal 3 Oktober 2015 malam sebelum acara dimulai, obrolan ringan antar member beserta para sesepuh yang sudah hadir mengawali suasana malam sembari menunggu beberapa member lagi yang masih dalam perjalanan menuju lokasi. Obrolan ringan tetapi berbobot dikarenakan berisi banyak sekali wejangan dari para sesepuh beserta harapan dan semangat dari para generasi muda. Dengan suguhan kopi dan cemilan tanpa terasa waktu sudah mendekati dimulainya acara peresmian 4 regional baru. Dengan kesederhanaan khas dunia para pendaki, dengan ber-alas-kan bumi dan ber-atap langit, dimulailah acara malam itu dengan suasana kebersamaan dan kesetaraan dalam formasi duduk melingkar. Tanpa batasan usia, latar belakang bahkan asal tempat tinggal, semua yang hadir melebur menjadi satu dengan naungan Komunitas Pendaki Gunung.

Acara dimulai dengan pembukaan secara resmi oleh pembawa acara, dilanjutkan oleh sambutan Ketua Umum KPG Regional Jabodetabek yaitu saudara Aab Sukma Jati, Review atau kilas balik KPG Regional Jabodetabek oleh Henry Setiawan, dengar pendapat dan pemaparan program kerja dari calon 4 regional baru yaitu Bekasi diwakili oleh saudara Budi Bahari, Tangerang oleh saudara Hary Uchil Siswanto, Depok oleh saudara Danu, dan Jakarta Raya oleh saudara Chris Utomo, selanjutnya wejangan dari perwakilan Pengurus Pusat KPG yaitu saudara Anang Mahameru, wejangan dari para sesepuh yaitu Om Leo Kennedy Adam dan Om Eddy Subekti, dan pada akhirnya sampailah pada acara puncak yaitu peresmian 4 Regional baru sekaligus pembubaran Regional Jabodetabek yang ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Ketua Umum KPG Regional Jabodetabek dan diserahkan ke perwakilan 4 regional baru sebagai simbol telah resminya pemekaran Regional Jabodetabek menjadi 4 Regional baru yaitu Regional Jakarta Raya, Regional Depok, Regional Tangerang Raya dan Regional Bekasi. Dan terakhir doa penutup oleh saudara Anang Mahameru.

Setelah selesai acara peresmian 4 regional baru, diadakan sesi diskusi bersama para koordinator regional, para sesepuh, ex. Pengurus Regional Jabodetabek di pimpin oleh saudara Anang Mahameru sebagai perwakilan pengurus pusat untuk membahas nomor regristrasi Regional baru tersebut. Dan dari hasil diskusi yang sangat cair dan kental dengan suasana persaudaraan tersebut disepakati bahwa ex. Nomor Registrasi milik Regional Jabodetabek yaitu 002 diserahkan kepada Regional Jakarta raya dengan alasan riwayat sejarah saat pertama kali kopdar Jabodetabek dilakukan di Jakarta dan konsep awal mula adalah pendirian KPG Jakarta. Sedangkan untuk 3 regional lainnya melanjutkan dari nomor regristasi regional KPG mengacu pada urutan waktu pendirian Korwil mereka yaitu  Bekasi (019), Tangerang Raya (020) dan Depok (021).

Dengan selesainya acara pada tanggal 3-4 Oktober 2015 maka 4 Regional baru hasil pemekaran dari Regional Jabodetabek telah resmi berdiri sendiri dan bebas mengembangkan diri dengan berbagai potensi, kreatifitas dan ciri khasnya yang tentunya tetap sesuai dengan jalur KPG secara umum yang sudah tertuang pada Visi-Misi dan AD/ART nya. Harapan di masa mendatang adalah seluruh Regional yang sudah berdiri bisa memberikan kontribusinya baik untuk komunitas sendiri yaitu KPG maupun untuk sesama, bangsa dan negara serta alam raya ini. Selamat dan sukses atas berdirinya Regional Jakarta Raya, Regional Bekasi, Regional depok dan Regional Tangerang Raya. Moment ini bukanlah akhir dari segalanya, tetapi merupakan sebuah awal baru untuk lebih berkiprah di dunia ini. Tugas sudah menanti di depan mata.

Peresmian 4 Regional Baru
 Jaya Komunitas Pendaki Gunung

Penulis : Henry Setiawan


"Batas Vegetasi" Wilayah Rawan Pendaki Tersesat

Sehubungan dengan banyaknya pendaki yang meninggal di gunung saya ingin memaparkan sebuah ide yang mungkin bermanfaat bagi para pendaki. Kawasan batas vegetasi merupakan salah satu tempat yang paling berbahaya di gunung. Beberapa kawasan batas vegetasi yang berbahaya diantaranya adalah gunung semeru, terkenal dengan blank 75. Meskipun begitu sebenarnya batas vegetasi gunung slamet juga cukup berbahaya. Kali ini saya akan berbagai mengenai teknis agar selamat dari tersesat di kawasan batas vegetasi "GUNUNG SLAMET", 

Kapan ?

Biasanya pendaki tersesat di kawasan batas vegetasi bukan pada waktu perjalanan naik, tapi waktu perjalanan turun 

Mengapa ?

1. Ketika hari beranjak siang Turun Kabut di Kawasan batas vegetasi Gn. Slamet, biasanya jam 9 pagi ke atas, oleh karena itu mendakilah sepagi mungkin. Tebalnya kabut akan membuat jarak pandang menjadi terbatas sehingga membuat pendaki rawan tersesat ketika perjalanan turun

2. Batas vegetasi adalah perbatasan antara kawasan hutan dengan kawasan puncak (Pasir, kerikil bebatuan). Jalur yang digunakan untuk masuk kembali ke kawasan hutan ketika perjalanan turun sulit ditemukan ketika kabut sehingga banyak pendaki yang akhirnya masuk hutan tidak tepat pada jalurnya, jika diteruskan maka berpotensi masuk jurang atau tersesat di hutan yang sangat lebat. (Mirip kronologi pendaki yang masuk Blank 75 Gn. Semeru)

3. Meskipun tidak ada kabut, menemukan pintu masuk ke kawasan hutan merupakan hal yang cukup sulit jika kita kurang teliti. Hal tersebut disebabkan karena jalur pendakian di kawasan tersebut bukanlah satu lajur, bahkan beberapa lajur, bahkan pendaki bisa memilih jalurnya sendiri asalkan mengarah ke puncak. Akibatnya di kawasan tersebut terdapat banyak jalur yang jika kita tidak teliti maka akan membuat kita tersesat ketika perjalanan turun 

Solusi ?

1. Anda bisa meningglkan ponco, bendera atau kain yang berwarna mencolok (Kuning atau orange) di kawasan batas vegetasi, letakkan di pohon, di tempat yang kira kira terlihat dari atas. Carilah tanda itu saat anda turun dari puncak, jika tidak ada kabut tanda tersebut kemungkinan besar terlihat. Anda tinggal ikuti tanda tersebut. Jika anda mendaki dari jalur bambangan, pos 6 akan terlihat dari puncak jika cuaca cerah, bidik arahnya dan ikuti sudutnya ketika perjalanan turun.

2. Anda bisa menggunakan tissue. Gunakan batu untuk menindih tissue dan tinggalkan dengan interval tertentu sepanjang jalur yang telah anda lewati. Ketika perjalanan turun ikuti tanda tersebut sambil bawa kembali turun tissunya. Tidak perlu repot repot membawa batu dari bawah karena di kawasan tersebut banyak terdapat batu dengan ukuran beragam. Cara ini lebih efektif ketika kabut
Terlanjur tersesat ?

Jika anda terlanjur sampai di batas vegetasi dan tidak menemukan jalur pendakian untuk masuk ke kawasan hutan, berarti anda tersesat.

1. Jangan masuk ke hutan tanpa melewati jalur pendakian. Di dalamnya banyak jurang yang siap menanti kedatangan anda, didalam hutan juga banyak duri duri tajam yang bisa membuat lecet sekujur tubuh. 

2. Jika anda bergerak melipir ke kiri atau ke kanan, kemungkinan besar anda akan menemukan lembah untuk di seberangi. Jika lembahnya dangkal maka mudah untuk diseberangi, jika lembahnya dalam sebaiknya jangan diseberangi. 

3. Solusi terbaik adalah mendakilah kembali ke arah puncak sambil rutin melihat ke arah bawah. Cari jalur yang digunakan untuk masuk ke kawasan hutan sambil terus mendaki ke puncak. Jika tidak kunjung ketemu mendakilah terus hingga puncak. Dari puncak anda bisa mengulangi lagi perjalanan turun dengan menggunakan jalur yang benar. Mungkin butuh lebih banyak tenaga, tapi cara ini yang paling aman. 

Kondisi jalur pendakian gunung slamet Jalur bambangan, Dukuhliwung, Guci dan yang lain cenderung identik. Kondisi ini juga bisa terjadi di gunung lain dengan tipe yang sama seperti gunung Semeru dan blank 75-nya

Jangan tersesat ya !


Keterangan Gambar :
Garis Kuning : Jalur pendakian (Bambangan Gn. Slamet)
Titik Kuning : Pintu masuk/keluar kawasan hutan
Titik Biru : Lembah/Jurang
Titik A, B, C, D : lokasi potensi tersesat

Salam Lestari

Penulis : Andriyana L

Kontak Person Komunitas Pendaki Gunung Nusantara

Kontak KPG Nusantara  (Updating Januari,2016)


1. KPG Reg. Semarang (Gerlin-085727149627)
2. KPG Reg. Yogya (Mizan Aji Prabowo -08122950863)
3. KPG Reg. Solo (Tyo Denzo-085725147729)
4. KPG Reg. Purwomateng (Djaggung-085740916468)
5. KPG Reg. Pekalongan (Setyo-085870314434)
6. KPG Reg. Barlingmascakeb (Kuswoyo-085726233358)
7. KPG Reg. Jakarta (Sadar-081230032028)
8. KPG Reg. Bogor (Ivanda-085888367388)
9. KPG Reg. Depok (Budi-081297215863)
10. KPG Reg Tangerang ( Hary uchil siswanto-083878452975)
11. KPG Reg Bekasi (DJ-082210972063)
12. KPG Reg. Ciayumajakuning (Wildi-089606884787)
13. KPG Reg. Garut (Fajar-08221864452)
14. KPG Reg. Karawang (M Dudi-085778277778)
15. KPG Reg. Bandung (Puja Kesuma-081394538094)
16. KPG Reg. Susiresik (yan-085258685737)
17. KPG Reg. Malang (Erik Angin-08175404022)
18. KPG Reg. Sulut (Chris Simanjuntak-085340810101)
19. KPG Reg. Sumut (Kha Syahputra-082276916758)
 

Ketua Umum KPG Pusat (Nanda-085741887477)

Tata Cara “Pengadaan KOPDAR” Komunitas Pendaki Gunung

KOPDAR KPG Regional Jabodetabek dalam rangka Buka bersama dan Teknikal Meeting Bakti Sosial

1.    Definisi KOPDAR
KOPDAR adalah singkatan dari Kopi Darat, atau lebih tepatnya bertemunya sesama member Komunitas dari dunia maya untuk membicarakan sesuatu sambil menikmati Kopi. Sesungguhnya yang menjadi tujuan penting dari kegiatan ini adalah maksud dari panitia KOPDAR yang mendatangkan para anggota dari dunia maya ke hadapan mereka.

2.    Penentuan Waktu dan Tempat KOPDAR
  • Sebaiknya dilaksanakan pada akhir pekan seperti Sabtu malam atau Minggu pagi, waktu dimana orang orang tidak bekerja
  • Sebaiknya dilaksanakan di tempat yang mudah ditemukan oleh member, misalnya di pusat kota atau di tempat tempat yang terkenal
  • Sebaiknya dilaksanakan di tempat yang memiliki area parkir luas untuk menampung kendaraan para member
  • Sebaiknya dilaksanakan di tempat yang sepi agar bisa terjalin pembicaraan yang berkualitas, sehingga maksud dari diadakanya KOPDAR bisa disampaikan dengan baik
  • Sebaiknya dilaksanakan di tempat yang terang, agar pada waktu KOPDAR bisa terlihat muka satu sama lain (jika diadakan pada waktu malam hari)
  • Sebaiknya tempat penyelenggaraan KOPDAR di survey terlebih dahulu
  • Sebaiknya dipikirkan tempat cadangan jika kemudian tempat yang sudah direncanakan mendadak tidak bisa dipakai pada waktu hari
3.    Panitia KOPDAR
Untuk menyelenggarakan KOPDAR tidak membutuhkan banyak orang, asalkan orang orang tersebut bisa melaksanakan tugas dan tanggung jawab masing masing dengan baik. Pembagian tugas dalam pelaksanaan KOPDAR adalah sebagai berikut :

- Publikasi
Yaitu orang yang menyebarluaskan informasi tentang pelaksanaan KOPDAR. Publikasi tersebut dapat dilakukan di grup Induk Facebook Komunitas Pendaki Gunung atau grup Facebook Komunitas Pendaki Gunung Regional. Baiknya publikasi acara Kopdar dibuat dalam bentuk Pamflet digital agar mudah untuk disebarkan. Kalimat pengumuman KOPDAR harus dibuat formal agar tidak terkesan "main main". Pamflet KOPDAR juga harus dibuat seindah mungkin agar terlihat menarik. Panitia KOPDAR harus selalu memantau Pamflet atau pengumuman yang disebarkan melalui Facebook untuk menanggapi setiap pertanyaan member yang ingin ikut datang Kopdar.

Pengumuman KOPDAR harus diberitahukan kepada Admin atau Humas Komunitas Pendaki Gunung pusat agar dibantu dalam kaitanya dengan penyebarluasan. Pengumuman Kopdar juga akan disebarluaskan melalui FanPage Komunitas Pendaki Gunung, Instagram Komunitas Pendaki Gunung dan Web Komunitas Pendaki Gunung.

Contoh :


- Contak Person
Orang yang menjadi CP harus senantiasa dekat dengan Handphone agar bisa menanggapi setiap pesan yang masuk, yang berhubungan dengan acara KOPDAR. Orang yang menjadi CP harus datang beberapa menit sebelum KOPDAR dimulai, karena biasanya member yang datang ke lokasi KOPDAR akan menghubungi CP terlebih dahulu sebelum tiba di tempat.

- Moderator
Yaitu orang yang mempunyai kemampuan untuk memandu jalanya KOPDAR. Skill berbicara dihadapan banyak orang sangat diperlukan karena seorang Moderator akan menjadi penentu dalam mengarahkan jalanya KOPDAR

- Perlengkapan
Yaitu orang yang mengurus segala kelengkapan KOPDAR. Beberapa perlengkapan yang sebaiknya ada waktu kopdar :
1. Daftar Hadir
2. Alat Tulis
3. Matras atau tikar
4. Spanduk Identitas

- Narasumber KPG
Yaitu orang yang sudah memahami seluk beluk Komunitas Pendaki Gunung. Sehingga orang tersebut bisa leluasa bercerita tentang Komunitas Pendaki Gunung terkait Visi dan misi, Arah Pergerakan, Struktur KPG, Status Anggota, Tim Motorik, Rekam jejak, Rencana KPG dan lain sebagainya. Seluruh informasi tersebut bisa didapatkan dari web Komunitas Pendaki Gunung

- Narasumber lain (Optional)
Setiap Kopdar biasanya akan menggunakan tema tertentu agar member tidak bosan. Bisa juga mendatangkan narasumber untuk memberikan cerita atau materi tertentu, bisa dari Komunitas Lain, Organisasi lain atau bahkan Instansi Pemerintah.

4.    Maksud KOPDAR

Setiap pangadaan KOPDAR haruslah punya maksud dan tujuan, misalnya :
  • Penggalangan massa yang lebih banyak, yang kemudian akan dimasukkan ke dalam kepengurusan
  • Pelaporan kegiatan kegiatan yang telah dilaksanakan, dimaksudkan bisa manarik minat member untuk bergabung dalam kepengurusan
  • Pembentukan kepanitiaan dalam progam tertentu, dimaksudkan ada member yang mau berpartisipasi dalam kepanitiaan
5.    Susunan acara KOPDAR
  • Pembukaan
  • Perkenalan seluruh member yang datang
  • Perkenalkan Komunitas Pendaki Gunung itu seperti apa !
  • Visi dan Misi Komunitas Pendaki Gunung !
  • Arah Pergerakan !
  • Status Keanggotaan !
  • Kegiatan kegiatan yang sudah pernah dilakukan KPG !
  • Motivasi agar member mau bergabung dengan KPG!
  • Bisa disisipkan sharing materi pendakian (Optional)
  • Sampaikan Rencana KPG selanjutnya !
  • Penutupan
Semoga semua regional dan wilayah mempunyai refrensi yang sama dalam pengadaan KOPDAR, sehingga bisa mendapatkan manfaat dari setiap KOPDAR yang dilakukan

SALAM LESTARI,





"Komunitas Pendaki Gunung"

"Komunitas Pendaki Gunung"

Komunitas pendaki Gunung  adalah wadah bagi seluruh pendaki gunung di Indonesia. Komunitas pendaki gunung didirikan dengan maksud ingin menyatukan seluruh pendaki gunung di Indonesia. Komunitas pendaki gunung diharapkan bisa menjadi sarana bagi seluruh pendaki gunung Indonesia untuk menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan. Selain digunakan sebagai sarana untuk menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan komunitas pendaki gunung juga ingin mengajak para pendaki gunung untuk berbakti kepada alam dan negeri. Sudah saatnya pendaki gunung untuk ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian alam dan pembangunan negeri. Berdasarkan hal tersebut Komunitas Pendaki Gunung menjabarkan upaya pelestarian alam dan pembangunan negeri dalam sebuah Visi dan Misi.

Visi
Menjadi wadah bagi seluruh pendaki gunung Indonesia untuk berkontribusi dalam upaya memajukan kegiatan pendakian gunung, pelestarian lingkungan dan kegiatan sosial kemasyarakatan

Visi tersebut secara tegas menyatakan bahwa kegiatan Komunitas Pendaki Gunung tidak hanya sekedar "Mendaki Gunung". Komunitas Pendaki Gunung ingin menghimpun para pendaki gunung untuk menjadi lebih bermanfaat bagi alam Indonesia.

Misi

  1. Menyelenggarakan kegiatan yang berhubungan dengan pendakian gunung
  2. Menyelenggarakan kegiatan dalam upaya membangun dan melestarikan lingkungan
  3. Menyelenggarakan kegiatan sosial sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat
  4. Menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sebagai upaya memajukan kualitas Sumber Daya Manusia dalam bidang pendakian gunung
Komunitas Pendaki Gunung meyelenggarakan kegiatan apapun yang berhubungan dengan pendakian gunung seperti pendakian bersama, camping ceria, ekspedisi dan lain sebagainya. Komunitas Pendaki Gunung juga menyelenggarakan kegiatan dalam upaya  melestarikan lingkungan seperti bersih bersih lingkungan, penanaman pohon, penanaman mangrove dan lain sebagainya. Komunitas Pendaki Gunung juga menyelenggarakan kegiatan sosial sebagai upaya pengabdian kepada masyarakat seperti Bakti sosial di panti asuhan atau penggalangan dana untuk korban bencana. Komunitas Pendaki Gunung juga menyelenggarakan kegiatan pembelajaran sebagai upaya memajukan kualitas Sumber Daya Manusia dalam bidang pendakian gunung, seperti mengadakan forum sharing tentang pendakian gunung, mengadakan pelatihan tentang navigasi darat, survival atau membuat peta jalur pendakian gunung, peta topografi, mengukur panjang jalur pendakian gunung dan lain sebagainya.

Dimana kami berada ?

Hingga saat ini kami memiliki sekitar 20 Regional di seluruh Indonesia. Seluruh regional dikoordinatori oleh Pengurus Pusat Komunitas Pendaki Gunung. Kontak person Komunitas Pendaki Gunung dapat dilihat disini

Daftar Regional Komunitas Pendaki Gunung  :
1. Regional Semarang
2. Regional Solo Raya
3. Regional Yogyakarta
4. Regional Pekalongan
5. Regional Jepara
6. Regional Barlingmascakeb (Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Kebumen)
7. Regional Purwomateng (Purworejo, Temanggung)
8. Regional Malang Raya
9. Regional Susiresik (Surabaya, Sidoarjo, Gresik)
10. Regional Sulawesi Utara
11. Regional Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan)
12. Regional Bandung
13. Regional Garut
14. Regional Karawang
15. Regional Jakarta
16. Regional Bogor
17. Regional Depok
18. Regional Tangerang
19. Regional Bekasi
20. Regional Sumatera Utara

(Updating Januari 2016)

Kegiatan Apa yang Pernah Kami Lakukan ?
Hingga saat ini kami telah melakukan banyak kegiatan sesuai dengan Visi dan Misi Komunitas Pendaki Gunung. Masing masing regional mencoba bermanfaat untuk alam dan bangsa di wilayahnya masing masing.

Pendakian Bersama KPG Reg. Jabodetabek, Gn. Papandayan, Februari 2014
Aksi Bersih Kota Tua, KPG Reg. Jabodetabek, Maret 2014
Bakti Sosial Panti Asuhan, KPG Reg. Jabodetabek, Juli 2014
Gathering KPG Reg. Jabodetabek, Kawah Ratu, September 2015
Susur Pantai Pulau Panjang Jepara, KPG Reg. Semarang, Desember 2014
Aksi bersih Pantai Tirang Semarang, KPG Reg. Semarang, November 2014
Penanaman 1000 pohon, Tugu Proklamasi, KPG Reg. Karawang, November 2014
Pendakian Bersama Gn. Gede, KPG Reg. Karawang, Desember 2014
Pendakian Bersama Gn. Papandayan, KPG Reg. Karawang, November 2014
Gathering II, Gn. Galunggung, KPG Reg. Bandung, Desember 2014
Bakti Sosial Panti Asuhan, Buka Bersama, KPG Reg. Bandung, Juli 2014
Peringatan Ulang Tahun, Bumper Gn. Puntang, KPG Reg. Bandung, Oktober 2015

Aksi Donor Darah, Cirebon, KPG Reg. Ciayumajakuning, PMI, Mei, 2015

Aksi Donor Darah, KPG Reg. Solo Raya, Januari, 2015

Aksi Donor Darah, KPG Reg. Malang, September 2015
Pendakian Bersama Gn. Gede Pangrango, KPG Reg. Jakarta, Desember 2015
Camping KPG Reg. Sulawesi Utara, Pantai Pulisan-Minahasa Utara, Desember 2015
Pembagian bibit mahoni Gratis, KPG Regional Yogyakarta, Juli 2014
Dokumentasi diatas adalah sebagian kegiatan yang pernah dilakukan oleh Komunitas Pendaki Gunung. Daftar lengkap kegiatan yang sudah pernah dilakukan oleh Komunitas Pendaki Gunung  akan dibahas pada postingan yang berbeda mengingat jumlahnya cukup banyak.

Bagaimana cara untuk bergabung ?

Kami membuka pintu bagi siapa saja yang ingin bergabung dengan Komunitas Pendaki Gunung. Kami menyediakan dua pilihan, yaitu menjadi anggota kegiatan dan anggota tetap. Anggota kegiatan adalah anggota yang berkontribusi dalam pergerakan Komunitas Pendaki Gunung. Anggota kegiatan dapat mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan oleh Komunitas Pendaki Gunung seperti pendakian gunung, pelestarian lingkungan atau bakti sosial. 

Anggota tetap adalah mereka yang bersedia menjadi pengurus Komunitas Pendaki Gunung. Pengurus Komunitas Pendaki Gunung bertanggungjawab atas seluruh pergerakan Komunitas Pendaki Gunung mulai dari merumuskan kegiatan, merencanakan kegiatan hingga melaksanakan kegiatan. Pengurus Komunitas Pendaki Gunung adalah mereka yang menggerakkan Komunitas Pendaki Gunung secara nyata. Pengurus Komunitas Pendaki Gunung diangkat oleh Ketua Regional atau Ketua Pusat. Bagi mereka yang ingin menjadi pengurus Komunitas Pendaki Gunung dapat hadir terlebih dahulu pada acara KOPDAR Komunitas Pendaki Gunung yang biasanya diadakan setiap bulan oleh masing masing regional atau dapat menghubungi Kontak Person pengurus Regional. 

Pada saat ini kami memiliki lebih dari 100 orang pengurus Komunitas Pendaki Gunung di seluruh Nusantara. Meskipun begitu jumlah tersebut masih dirasa kurang untuk dapat menghasilkan sebuah perubahan yang lebih besar. Pada dasarnya kami masih membutuhkan tambahan pengurus Komunitas Pendaki Gunung. Kami butuh mereka yang rela "Turun tangan", bukan sekedar "Urun Angan". Sudah saatnya pendaki gunung ikut berkontribusi dalam upaya pelestarian alam dan pembangunan negeri

Jika bukan kita siapa lagi ? Jika bukan sekarang kapan lagi ?

Informasi mengenai kegiatan Komunitas Pendaki Gunung ?
Selain dari Web ini, informasi mengenai kegiatan Komunitas Pendaki Gunung dapat diperoleh melalui :
1. Grup Facebook Komunitas Pendaki Gunung
2. Fanpage Facebook Komunitas Pendaki Gunung
3. Instagram Komunitas_pendaki_gunung

Kami mengajak para pendaki gunung Indonesia untuk bergabung bersama kami, mari kita berfikir lebih keras, berkeringat lebih deras, bekerja untuk alam indonesia yang lebih baik

Karena kami lebih dari sekedar PENDAKI GUNUNG

Selamat Datang di Komunitas Pendaki Gunung